Saturday, July 13, 2024
HomeLifestyleInilah Beberapa Cara Pindah Nama Asuransi Mobil Agar Tidak Rugi

Inilah Beberapa Cara Pindah Nama Asuransi Mobil Agar Tidak Rugi

Entah karena kebutuhan finansial atau ingin membeli mobil baru, ada kalanya orang menjual mobilnya. Dalam transaksi jual beli kendaraan ini, ternyata asuransi mobil menjadi pembahasan oleh kedua belah pihak. Baik pembeli maupun penjual perlu memahami apa kebijakan perusahaan asuransi jika mobil sudah berpindah tangan. 

Hal ini dikarenakan beberapa perusahaan asuransi mobil memiliki kebijakan yang dapat membatalkan beberapa penawaran terkait mobil yang kepemilikannya berbeda. Jika penjual dan pembeli tidak memahami polis asuransi ini, kemungkinan besar kedua belah pihak akan merasa rugi dan saling mengeluh. Lantas, bagaimana Cara Pindah Nama Asuransi Mobil agar tidak rugi? Baca artikel ini sampai akhir!

Bagaimana Cara Agar Asuransi Mobil Tidak Rugi Ketika Pindah Nama?

Satu hal yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu, pergantian nama asuransi mobil tidak bisa dilakukan, apalagi jika mobil masih dalam tahap kredit. Hal ini tertuang dalam Bab IV Pasal 10 PSAKBI (Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia) yang menyatakan bahwa apabila suatu kendaraan bermotor berpindah kepemilikan dengan cara apapun, maka polis asuransi sebelumnya akan berakhir setelah 10 hari sejak tanggal penyerahannya.

Artinya ketika mobil tersebut dibeli oleh orang lain, maka asuransi yang sebelumnya atas nama penjual lambat laun akan habis masa berlakunya. Agar asuransi tidak hangus, maka pembeli dapat memberikan pernyataan tertulis. Pernyataan tersebut berisi tentang pembahasan untuk melanjutkan pertanggungan asuransi mobil. Pembeli juga perlu memberi tahu kepada penjual tentang keinginannya untuk melanjutkan pertanggungan asuransi mobil.

Hal ini merupakan sesuatu yang harus dipahami dan disepakati oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa data yang diperlukan sebelum mengganti nama. Simak tips mengganti nama asuransi mobil berikut ini agar lebih memahaminya.

Cara Pindah Nama Asuransi Mobil

Sebagai penjual, Anda perlu mengetahui beberapa hal berikut ini sebelum berpindah tangan dan mengganti nama asuransi mobil.

Periksa Kondisi Mobil

Pertama-tama, coba periksa kondisi mobil secara keseluruhan, mulai dari bodi hingga mesin dan undercarriage. Tujuannya untuk menghindari cacat atau kerusakan. Kondisi mobil yang tidak fit otomatis bisa menurunkan harga jualnya. Hal ini juga dapat merugikan pembeli karena harus mengeluarkan biaya perbaikan.

Memperbaiki Bagian Mobil Yang Rusak

Jika ditemukan kerusakan atau cacat pada mobil, disarankan untuk memperbaikinya terlebih dahulu. Hal ini akan membuat harga jual mobil menjadi lebih tinggi dan pembeli akan merasa puas karena tidak membeli barang yang rusak.

Namun jika mobil tidak bisa diperbaiki karena kondisi mendadak, sebaiknya beritahu pembeli untuk menunjukkan kejujuran dan integritas sebagai penjual. Namun kerusakan yang tidak diperbaiki berisiko menyebabkan harga jual mobil turun.

Menyiapkan Kelengkapan Dokumen

Kelengkapan dokumen administrasi seperti STNK dan BPKB sangat penting dalam menjual mobil. Jika tidak memiliki dokumen tersebut, kepemilikan mobil akan dipertanyakan sehingga calon pembeli akan menarik diri. Saat ingin menjual mobil, lengkapi dokumen-dokumen yang menjadi bukti kepemilikan seperti STNK, BPKB, dan juga bukti jual beli tertulis disertai dengan uang Rp. 10.000 stempel.

Jelaskan Komponen Asuransi Mobil Pada Penjual

Asuransi kendaraan terdiri dari berbagai komponen berbeda. Sebut saja Total Loss Only (TLO) atau all risk (komprehensif) dengan nilai premi dan jenis pertanggungan yang berbeda-beda. Beritahukan hal ini kepada calon pembeli untuk memudahkan mereka membayar premi pada tahun berikutnya.

Jika penjual menambahkan cakupan yang diperluas pada kendaraannya, beri tahu pembeli juga. Jelaskan manfaat biaya perluasan ini agar pembeli tidak mempermasalahkan biaya tambahan di luar premi kendaraan. Menyerahkan polis asuransi kepada pembeli agar ia mengetahui jumlah yang harus dibayar pada saat asuransi kendaraannya habis masa berlakunya.

Memberitahu Perusahaan Asuransi Mobil

Setelah pembeli menyetujui dan telah dilakukan jual beli, segera beritahukan kepada perusahaan asuransi mobil bahwa mobil tersebut telah berpindah tangan dan Anda akan melakukan proses pergantian nama. Hal ini penting terutama bagi mobil yang masih dalam status kredit, yaitu ketika asuransi biasanya disertakan pada saat pembelian pertama.

Proses pergantian nama juga harus disampaikan dengan informasi tertulis melalui surat persetujuan pembeli. Surat persetujuan ini merupakan bentuk jaminan kepemilikan mobil baru bagi pembeli. Jika proses jual beli tidak dilaporkan kepada perusahaan asuransi, maka perusahaan asuransi tidak mempunyai kewajiban untuk mengklaim kerugian yang menimpa mobil. 

Hal ini sesuai dengan peraturan resmi PSAKBI. Setelah memahami tips sebelum pindah nama asuransi mobil, langkah selanjutnya adalah memastikan kelangsungan perlindungan asuransi mobil tetap terjaga.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ada beberapa langkah penting untuk menjamin kelangsungan asuransi mobil, antara lain memperoleh surat persetujuan dari pembeli dan melaporkan proses jual beli kepada perusahaan asuransi oleh penjual. Jika Anda sudah memahaminya, berikut cara pindah nama asuransi mobil Anda:

  • Pembeli membuat surat persetujuan untuk melanjutkan pertanggungan asuransi mobil
  • Penjual memberitahukan kepada perusahaan asuransi mobil mengenai proses jual beli dan memberikan surat persetujuan dari pembeli untuk melanjutkan pertanggungan asuransi
  • Setelah dilaporkan, proses perubahan nama akan dimulai
  • Polis asuransi mobil akan diganti namanya menjadi pemilik baru.

Demikian ulasan artikel tentang Inilah Beberapa Cara Pindah Nama Asuransi Mobil Agar Tidak Rugi seperti yang dilansir situs slot, Semoga bermanfaat. 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular